Maafkan aku para pahlawan, dari pribadi diriku sendiri, belum bisa berbuat apa² tuk melanjutkan perjuanganmu.
Semuanya masih tersimpan dalam hayalan, terpandang sebelah mata.
Jangan palingkan pandanganmu, wahai pemersatu, pandanglah kedepan, agar dapat kau lihat dengan kedua matamu.
Mungkin di kelahiran berikutnya kesempatan itu ada.
Dimana aku bisa berjuang dengan karya dan fikiran.
Ketika sang burung Garuda tak lagi memalingkan pandangannya ke kanan atau kekiri.
Menoleh pandangannya ke depan, menatap mataku, dan seluruh rakyat Indonesia.
(isi hati dari bagian dadamu, Andress)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar